Rabu, 13 Juli 2011

keteguhan Abu Bakar Sidiq Dalam Memperjuangkan Agama Allah SWT

Assalamu'alaikum....
Kisah ini sungguh mengharukan, gimana tidak seoraang sahabat Rasulullah rela dilukai tubuhnya demi mempertahankan Aqidahnya dan Berjuang di Agama Allah SWT . Ok tanpa panjang lebar inilah kisahnya :

      Setelah Rasulullah SAW, Meninggal dunia, khalifah yang pertama kali menggantikan beliau adalah Abu Bakar Shiddiq,Kemudian oleh rasulullah Abu Bakar diberi julukan Shiddiq yang artinya orang yang selalu membenarkan. Karena Abu Bakar selalu membenarkan apa saja yang diucapkan oleh beliau.
      Meskipun Abu Bakar Shiddiq itu terkenal dengan kepemimpinannya dan kejujurannya, tetapi sebelum ia menjadi seorang khalifah dan terutama pada waktu-waktu mula pertama ia masuk islam. Abu Bakar tidak lepas dari kekejaman dan kebengisan orang-oranf kafir Quraisy.
      Ketika jumlah orang-orang mukmin di Mekkah sebanyak 38 orang, lalu Abu Bakar mendorong rasulullah untuk berdakwah secara terang-terangan dan beliau menjawab bahwa jumlah kaum muslimin masih sedikit serta belum waktunya untuk berdakwah secara terbuka.
      Meskipun demikian, Abu Bakar tidak pernah putus asa dan selalu mendorong Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan. Karena berkat dorongan Abu Bakar yang tidak pernah putus asa itu akhirnyabeliau menyuruh kaum muslimin agar menerangkan ajaran Islam secara terang-terangan kepada kaumnya ditengah keluarganya masing-masing.
      Pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dimasjid, maka Abu Bakar berdiri untuk berdakwah sehingga orang Quraisy bangkit dan menghajarnya, menggunakan kedua terompetnya dan menginjak perutnya hingga luka parah.
      Melihat Abu Bakar dihajar Utbah bin Rabi'ah orang Banu Taim datang ke masjid untuk menolong Abu Bakar dan melihat hal itu orang Quraisy minggir semuanya. Kemudian Abu Bakar ditutupi dengan sebuah kain dan dibawa kerumahnya, melihat keadaan Abu Bakar Banu Taim merasa bahwa Abu Bakar pasti mati. Maka dari itu setelah membawa Abu Bakar pulang kerumahnya, mereka kembali ke masjid dan berseru, "Demi Allah SWT , Jika Abu Bakar sampai mati, kami akan membunuh Utbah bin Rabi'ah.
      Namun, bukan itu saja penderitaan yang dialami oleh Abu Bakar, sebagaiman dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Aisyah ra. Berbunyi :
   " Sebelum aku dewasa telah kudapatkan kedua orang tuaku beragama Islam. Kedua orang tuaku datang kerumah Nabi SAW setiap hari"
       Ketika kaum muslimin mendapatkan siksaan dari orang-orang Quraisy, maka Abu Bakar berangkat hijrah ke kota Habsyah. Tetapi baru saja ke Yaman, Beliau bertemu dengan Ibnu Huur. Lalu Ibnu bertanya : "Hendak kemanakah kamu hai Abu Bakar? ". Kemudian beliau menjawab " Aku hendak pergi merantau kemana saja, karena kaumku tidak menginginkan aku dan mereka juga mengusirku ". Setelah mendengar jawaban Abu Bakar, Maka Ibnu Dagnah berkata :" Orang seperti kamu yidak boleh keluar dan bahkan tidak boleh diusir, karena kamu ialah seorang penolong orang yang tertimpa musibah, penyambung taki persaudaraan,  menanggung anak-anak yatim dan memuliakan tamu. Selain itu kamu juga oarang yang selalu memberikan keutamaan kepada orang-orang yang tertimpa kemalangan. Oleh sebab itu , pulanglah kamu sekarang juga ke Mekkah dan sembahlah Tuhanmu sesuka hatimu, kemudian biarlah aku yang bertanggung jawab dan melindungimu ".
        Pada akhirnya Abu Bakar kembali ke Mekkah dengan ditemani oleh Ibnu Dagnah. Kemudian pada sorenya Ibnu Dagnah berkeliling kota Mekkah dan berseru kepada pemuka bangsa Quraisy, "Orang seperti Abu Bakar itu tidak pantas kalu dikeluarkan dari tempatnya. Apakah pantas kamu mengusir seseorang yang selalu menolong orang yang sedang kesusahan, senang menghubungi tali persaudaraan, senang menanggung anak yatim, dan menghormati tamu. Selain itu, Abu Bakar juga senang memberikan bantuan kepada siapa saja yang susah?" Maka dari itu aku bersumpah bahwa akulah yang akan menjadi pembela Abu Bakar.
        Mendengar sumpah Ibnu Dagnah, maka orang Quraisy berkata : "Kami terima pembelaanmu itu terhadap Abu Bakar, tetapi suruhlah dia utnuk bersholat di rumahnya dengna tidak beribadah secara terang-terangan. Sebab kami takut kalau hak itu mempengaruhi kaum wanita dan     anak-anak kecil." Lalu Ibnu Dagnah menerima permintaan orang Quraisy dan setelah itu dia meminta kepada Abu Bakar agar tidak beribadah diluar rumah. Kemudian permintaan itu dilakukan oleh Abu Bakar dan tidak begitu lam ia mendirikan masjid kecil disamping rumahnya. Beliau bersholat sendirian didalamnya dan selain itu Abu Bakar juga mempunyai kebiasaan membaca ayat-ayat Allah SWT, Abu Bakar itu dilihat oleh kaum Wanita dan anak-anak kecil, mereka sangat takjub sekali melihat keindahannya.
        Melihat kebiasaan Abu Bakar itu membuat kaum Quraisy takut dan mereka tak ingin membiarkannya, karena bisa berakibat tidak baik terhadap kaum wanita dan anak-anak. Kemudian kaum Quraisy memanggil Ibnu Dagnah agar datang ke Mekkah untuk mendengar laporan atas perbuatan Abu Bakar. Lalu bnu Dagnah datang untuk memenuhi panggilan kaum Quraisy. Orang-orang berkata " Kami telah melindungi Abu Bakar dengan pembelaan mu terhadapnya dengan syarat dalam ibadahnya tidak boleh terang-terangan, tetapi sekarang dia telah membangun sebuah masjid yang ada disamping rumahnya. Selain itu Abu Bakar mengeraskan bacaannya sehingga kami takut kalau hal itu akan mempengaruhi kaum wanita dan anak kami. Maka dari itu, cegahlah dia supaya tidak melakukan hal itu, karena kamu tidak suka kalau Abu Bakar berbuat secara terang-terangan. Tetapi bila dia mau menerima syarat itu, maka teruskanlah perlindunganmu".
        Pada akhirnya, Abu Bakar berkata : "kalau begitu, aku akan kembalkan saja perlindunganmu itu dan aku serahkan diriku hanya kepada Allah saja". (Bukhari No. 552)
        Lalu Aisyah berkata :"Ketika itu Ibnu Dagnah datang untuk menemui Abu Bakar dan berkata Sebagaimana kamu mengetahui bahwa syarat perlindungan yang kuberikan kepadamu hanya dengan syarat kamu beribadah didalam rumah saja dan tidak terang-terangan, karena itu bila kamu tak sanggup untuk melakkan syarat tersebut, maka aku minta agar kamu kembalikan saja kepadaku, sebab aku takut dikata orang bahwa aku mengingkari janji pada orang yang telah kuberikan perlindungan kepadanya"
         Kemudian Ibnu Dagnah dengan seketika  itu juga pergi menemui kaum Quraisy dan berseru :" Hai orang Quraisy sekarang Abu Bakar telah mengembalikan perlindungannya kepadaku, dan sekarang ini terserah kamu sekalian tentang dirinya". Setelah Abu Bakar keluar dari perlindungan Ibnu Dagnah, lalu ketemu dengan salah seorang pemuka Quraisy dengan melemparkan tanah keatas kepala Abu Bakar. (Al-Bidayah Jilid 3 No. 94-95)
       Demikian itulah kekejaman orang-orang kafir Quraisy kepada Abu Bakar Shiddiq, orang yang terkenal masyarakat pada waktu itu. meskipun demikian beliau tetap teguh pendiriannya dan tetap beribadah kepada Allah SWT.
       Itu tadi kisah yang inpiratif jangan lupa kunjungi juga blog ane satu lagi membahas bisnis-ol bakalan gak nyesel. Untuk aset massa depan anda.......
Wangala'laikumsalam...

2 komentar:

Entri Populer

Pengikut