Kamis, 14 Juli 2011

Yang Lalu Biar Berlalu

Assalamu'alaikum...
Tadi sempet Bte nunggu operator warnet masang kabel-kabel habis di server ulang bilangnya...,Udah itu pasword yang kemarin gak bisa digunain ehm... tambah deh btenya..., tapi gak pa2 ane tetep akn share tentang bisnis online sebelum ane ngelanjutin postingnye. Pasti antum berpikir tentang modal Pasti gedhe, Anekan lagi bokek, utang belum lunas, anak-anak belum bayaran, beras habis, kontrakan nunggak, listrrik dan pam belum dibayar, dll STOP!!!  CUKUP.Ane gak butuh itu, Justru ane mau share bisnis online gratis, (gratis?) modalnya bener-bener gratis...tis...tis... KOk bisa? (ceritanya panjang), Antum daftar langsung sebarin deh ketemen2, dan promosi ke web iklan, untuk komisinya bisa diambil akhir bulan,Dah dapet uang tinggal ngasih tahu temen-temen untuk gabung dan tambah besar bonus yang antum dapatkan...

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depanyang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya lagi, kegundahan tak bisa mengmbalikan menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkan kembali ,karena dia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai kehulu, matahari ke  tempatnya terbit, seorok bayi keperut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata kedalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda dengan mas lalu, keresahan anda atas apa yang terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.


Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, san menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Alqur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang mereka lakukan, Allah selalu mengatakan " itulah adalah umat yang lalu " Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunannya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.


Orang yang berusaha kembaki mas lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.


Syahdan, nenk moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian " Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya" Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekoar keledai begini "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?".


"Aku benci khayalan", jawab keledai


Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan disibukan dengan masa lalu, sama halnya dengan mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab itu mustahil.


Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, Angin akan selalu mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, JANGANLAH PERNAH MELAWAN SUNNAH KEHIDUPAN. 


Banyak kekurangan dari ane tolong di cek kembali dan koment-koment nya di tunggu...
Wassalamu'alaikum....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Pengikut