Senin, 04 Juli 2011

Sedekah

Assalamu'alaikum...
Sebelumnya saya akan bersedekah kepada anda melalui  Bersedekah 200 ribu insya Allah bermanfaat.
Kali ini mengungkapbndari bersedekah, banyak orang yang enggan untuk sedekah mereka khawatir hartanya akan habis dan kekurangan.
Rasulullah menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan itu dengan 2 orang yang memiliki jubah orang dermawan terus-menerus memberi dan menginfakkan hartanya, sehingga jubah yang dipakai terus melebar. Demikian pula dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, sehingga bekas-bekas telapak kakinya terhapus. Sementara itu, orang kikir terlalu kuat memegang hartanya dan semakin hari berkurang sehingga menjepitnya dan semakin menjepit hingga jiwanya tersendat.

wamatsalu alladziina yunfiquuna amwaalahumu ibtighaa-a mardaati allaahi watatsbiitan min anfusihim kamatsali jannatin birabwatin ashaabahaa waabilun faaatat ukulahaa dhi'fayni fa-in lam yushibhaa waabilun fathallun waallaahu bimaa ta'maluuna bashiirun

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. QS: Al-Baqarah: 265

                            Allah telah memberikann anugrah kepadamu maka keluarkanlah anugrah-Nya.
                            Harta itu laksana air, jika kau simpan akan bau,
                            dan jika kau alirkan akan senantiasa segar.
                            Demi Dzat Yang Mengetahui yang gaib,
                            dan Yang Menghidupkan tulang-belulang yang berantakan .
                            aku telah mengikat perutku,
                            padahal aku sangat ingin pada makanan itu,
                            khawatir suatu saat aku dipanggil kikir.

Orbg dermawan yang dimaksud adalah memerintahakan kepada istrinya untuk menyuruh seseorang untuk mengundang tamu-tamu dan menunggu sampai si pesuruh itu datang serta makan bersama-sama dengannya, hingga hubungannya dengan mereka menjadi akrab. Semua itu dilakukannya agar dadanya menjadi lapang. Kata dia kepada istrinya.

                  "Jika membuat makanan, carilah orang yang ingin makan.
                   aku tidak mungkin makan sendiri."

Dia berkata kepadanya menjelaskan falsafah hidupnya yang cukup jelas itu, satu perbandingan yang sangat terbuka,

     "Perlihatkan kepadaku seorang dermawan yang mati
      sebelum waktunya agar hatiku tenang, atau seorang kikir yang kekal abadi"

Apakah menimbun harta akan membuat si penimbunnya menjadi kekal? 
Apakah menginfakkannya akan mendekatkannya kepada ajalnya? Semua itu Tidak Benar

sekian dah sore mau pulang dulu, eits ada info menarik Kamu boleh lihat gak rugi...
semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan allah menuntun kita ke arah jalan yang benar.... amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Pengikut