Minggu, 31 Juli 2011

Hukum Harus Ditegakkan

Assalamu'alaikum....
   Kali ini saya akan menulis tentang kisah Khalifah Ali sahabat Rasululah yang mendengar dari seorang perempuan yang datang padanya mengadukan nasib tentang dirinya bagaimana kisahnya mari kita simak ceritanya berikut ini:
   Tatkala Khalifah Ali bin Abi Thalib berjalan seorang diri, tiba-tiba seorang laki-laki datang mendekati dan mengadu kepadanya. "Ya Amirul Mukminin, orang itu telah merampas hak saya," kata lelaki itu sambil menunjuk seseorang. "Dia tak mau memberikan hak itu kepadaku."
   Mendengar pengaduan itu, Khalifah Ali kemudian menghampiri orang yang ditunjuk oleh si pengadu. Khalifah kemudian meminta agar orang itu mau mengembalikan hak lelaki pengadu itu. Setelah itu Khalifah meninggalkan tempat itu.
   Sepeninggal Khalifah Ali, tiba-tiba orang itu menampar laki-laki yang mengadukannya, karena merasa malu kepada Khalifah. Dan ia pun tak mau mengembalikan hak yang dituntut kepada dirinya.
Begitu kerasnya tamparan itu, laki-laki yang menuntut itu menjerit kesakitan. Mendengar jeritan itu Khalifah Ali menghentikan langkahnya, dan kembali mendetangi mereka.
"Dia telah menampar saya, Khalifah." kata laki-laki penuntut itu sambil memegang pipinya.
"Bila demikian, balad tampar dia, "kata Khalifah Ali. Namun laki-laki itu tak melakukannya. Dia tak memiliki keberanian untuk membalas menampar orang yang telah menamparnya itu, meskipun Khalifah Ali telah menyuruhnya.
   "Tak usah, aku memaafkannya," kata lirih, terdengar tidak tulus. Nadanya ada rasa takut.
Namun, tiba-tiba Khlifah Ali menamparnya orang yang menampar itu sebanyak sembilan kali. Khlifah tak bisa menerima begitu saja, hukum dan keadilan harus ditegakkan untuk melindungi yang lemah.
   "Kenapa Khalifah menamparku, padahal orang itu sudah memaafkan saya?" kata orang itu tak mengerti. ia tak menduga Khalifah Ali akan melakukannya.
   "Meskipun dia sudah memaafkanmu, tetapi tamparanku ini harus tetap kulakukan sebagai tututan hukum dan hak seorang kepala negara dalam menegakkan hukum dan keadilan, "jawab khalifah Ali".
    Sepenggal cerita sebagai cerminan untuk kita semua, dimanapun, dengan siapapun, dalam kondisi apapun, kita harus menegakkan hukum dan keadilan bagaimanapun caranya. cerita ini jauh dengan kondisi saat ini yang semrawut tanpa ada penyelesaian.
Wasalamu'alaikum...

3 komentar:

  1. Dizaman seperti ini sangat sulit untuk mencari keadilan, apalagi keadilan di mata hukum. Hukum bisa dibeli dengan uang... na'uzubillah summa na'uzubillah.

    Salam Kenal
    TambelanBlog

    BalasHapus
  2. Hukum hanya sebuah simbolis negara Om.
    Kalau ada hukum, mengapa masih ada pembedaan dalam segi hukum yang dipidanakan. maling2 kecil dihakimi, maling2 besar dilindungi...

    Apa seperti itu negara kita?
    Negara kita, negara edan...
    Free List Backlink Online

    BalasHapus
  3. ckckck... Benar-benar tegas, subhanallah, bahkan meskipun sudah dimaafkan oleh sang korban, tetapi tetap, hukum harus ditegakkan, zaman sekarang di Indonesia, beuuhhh... Hukum udah roboh... Terima kasih Mas, dan mohon maaf atas keterlambatan kehadiran anr di blog Mas, maaf ya, ane terlambat, O iya, ane sudah follow blog sobat nih, jika berkenan, follback ke blog ane ya, ane tunggu.... Happy blogging

    BalasHapus

Entri Populer

Pengikut